Pada 24 November 1866, Marquis de Beauvoir dan rombongannya mencatat perjalanan menuju sebuah tempat yang ia tulis sebagai “Lemback”. Ejaan itu merujuk pada Lembang. Dalam catatan perjalanannya, rombongan dibawa oleh kuda poni dan kerbau milik Bupati, melewati kawasan pertanian dan perkebunan yang sangat beragam: kina, kopi, kayu manis, cengkih, teh, dan vanili.
Perjalanan itu tidak berhenti sebagai perjalanan santai ke pegunungan. Setelah persinggahan, rombongan masuk semakin jauh ke hutan menuju Tangkuban Prahu. Jalan yang mereka lalui berkelok, berlumpur, dan pada beberapa bagian cukup terjal sehingga mereka harus turun dari tunggangan. Catatan tersebut menggambarkan paku pohon tinggi, jurang berhutan, rumpun berbunga, serta tumbuhan merambat yang membelit pohon-pohon besar.
Semakin mendekati kawasan gunung api, suasana berubah. Bau belerang mulai terasa dan vegetasi berangsur berkurang. Dari punggung gunung, Beauvoir melihat bagian dalam kawah dan menggambarkan dua cekungan besar berdampingan. Ia juga mencatat adanya air yang mengepul, endapan belerang, serta gas yang membuat mata dan tenggorokan terasa perih.
Catatan ini penting bukan hanya karena menggambarkan Tangkuban Prahu pada abad ke-19, tetapi juga karena memperlihatkan Lembang sebagai bagian dari jalur perjalanan pegunungan yang sudah dikenal jauh sebelum berkembang menjadi kawasan wisata modern. Lemback bukan sekadar nama yang lewat dalam teks. Ia muncul sebagai tempat singgah, wilayah perkebunan, dan pintu masuk menuju gunung.
Setelah cuaca memburuk dan perjalanan turun menjadi berat, rombongan akhirnya kembali mencapai salah satu rumah milik wedana Lemback. Mereka mengeringkan pakaian, menghangatkan diri, dan menerima suguhan dari penduduk setempat. Bagian ini membuat catatan Beauvoir terasa sangat manusiawi: bukan hanya panorama, tetapi kelelahan, cuaca, sambutan, dan pengalaman fisik yang nyata.
Bagi Portal Masa, sumber semacam ini berharga karena memberi gambaran langsung dari seorang pelancong abad ke-19. Kita dapat melihat Lembang bukan dari peta modern atau foto udara, melainkan melalui pengalaman seseorang yang benar-benar melintas di sana pada 1866.
CERITA · 24 November 1866
Lemback, 24 November 1866: Perjalanan Menuju Tangkuban Prahu
Catatan perjalanan Marquis de Beauvoir membawa kita ke Lemback—ejaan lama Lembang—pada 24 November 1866, ketika rombongannya menembus kebun, hutan pegunungan, dan kawasan kawah Tangkuban Prahu.